Setiap manusia bisa jadi memiliki rezeki yang berbeda – beda. Beda – beda panduming dumadi. Sikap nrimo adalah menyadari perbedaan ini sebagai Keadilan-Nya dan menganggap apa yang kita dapatkan pasti yang terbaik buat kita. Jadi sikap nrimo adalah pengakuan manusia Jawa terhadap sifat Gusti Allah, Yang Maha Adil. Nrimo tidak berarti harus mengambil sikap fatalistik, yang hanya pasrah dan menunggu rezeki datang, namun merupakan ungkapan rasa syukur terhadap apa yang telah dikaruniakanNya kepada kita. Rasa syukur ini dapat diterjemahkan dengan karena tidak selalu mendapatkan apa yang kusukai, maka aku menyukai apapun yang kudapatkan karena Tuhan lebih tahu apa yang terbaik buat kita. Dalam kehidupan sehari – hari, sikap nrimo mengkondisikan pikiran kita untuk menjauhi rasa iri dan dengki dengan mereka yang lebih beruntung - dari segi materi misalnya. Mencegah kita untuk mengeluh, komplain dan membanding - bandingkan diri kita dengan yang lain. Percayalah bahwa didunia ini akan selalu ada orang yang lebih kaya, lebih cakep, lebih pinter dari kita. Disisi lain, sikap nrimo juga mengendalikan kita dari rasa sombong dan tinggi hati terhadap mereka yang kurang beruntung. Ini karena kita selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki. Ingatlah bahwa kadang pikiran kita begitu penuh dengan obsesi dan keinginan sehingga kita lupa menikmati yang telah kita miliki. Pasangan yang setia, pekerjaan yang bagus dan lainnya. Akhir kata, saya kutipkan cerita tentang seorang Ibu yang “ nrimo “ dengan apapun takdir yang telah Allah putuskan buat dirinya. Suatu ketika, saat hendak mengunjungi putranya di seberang, kapal yang ditumpanginya karam dan dia terapung - apung di lautan. Namun dia tetap tenang dan merasa bahagia. Ketika ditanya, kenapa koq ngga merasa khawatir? Sang ibu menjawab, saya punya dua putra. Satu udah meninggal, dan satunya lagi hidup di seberang. Jika saya selamat, saya akan berbahagia karena berkesempatan bertemu dengan anak saya di seberang. kalopun mati, saya tetep bahagia karena dapat bertemu putra saya yang lain di "sana".
Ada seorang saudagar kaya yang memiliki 4 istri Istri ke-4 adalah yang paling dicintai dan dipuja. Dia benar benar memperhatikannya dan memberi segalanya yang terbaik hanya untuk sang istri ke-4. Dia juga sangat mencintai istri ke-3. Sangat membanggakannya dan selalu ingin menunjukkan kepada teman – temannya. Meski demikian, sang saudagar selalu merasa takut kalau – kalau istri ke3 ini selingkuh dengan pria lain. Diapun mencintai istri ke-2. Orang yang bersahaja, selalu sabar dan penuh pengertian . Jika sang saudagar menghadapi masalah, dia selalu datang curhat ke istri ke-2 dan sang istri selalu membantunya melewati masa-masa sulit. Sedang istri pertama sebenarnya sangat setia dan punya peran besar dalam menjaga kekayaan dan bisnis sebagaimana juga dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Namun, sang saudagar tak begitu cinta serta jarang memperhatikannya. Hingga suatu hari, sang saudagar jatuh sakit. Dia tahu bahwa waktunya udah ngga lama lagi. Yang terpikir pertama adalah istri – istrinya dan dia berpikir betapa bahagianya dia memiliki 4 istri. Jika meninggal, maka betapa dia akan sendiri dan merasa kesepian. Maka dipanggillah istri ke-4. “ Saya begitu mencintaimu dan memanjakanmu dengan berbagai macam pakaian terbaik serta memberikan perhatian yang sedemikian besar. Sekarang aku sekarat, maukah engkau ikut dan menemaniku?” “NO WAY!” Jawab istri ke-4 sambil ngeloyor pergi. Jawaban ini benar benar mengiris hati sang saudagar. Dengan perasaan sedih, dia bertanya kepada istri ke3,” Saya juga mencintaimu sepanjang hidupku. Kini aku sekarat, ikutlah menemaniku. “ “Emoh” jawab istri ke-3. “Hidup begitu indah disini. Aku mo kawin lagi jika kau dah mati.” Hati sang saudagar semakin sedih. Kemudian, dia bertanya kepada istri ke-2,” Aku selalu berpaling kepadamu saat butuh bantuan dan engkau selalu membantuku. Sekarang, aku butuh bantuanmu lagi. Saat meninggal nanti, maukah engkau ikut menemaniku.” “ Maap – maap say, saya ga bisa bantu kali ini,” jawab sang istri ke-2.”Paling – paling saya cuma bisa nganterin kamu sampai ke makam.” Jawaban ini serasa bagaikan petir disiang bolong bagi sang saudagar. Dia semakin sedih dan masygul. Tiba tiba sebuah suara terdengar,” Aku akan pergi bersamamu. Aku akan ikut kemanapun kau pergi.” Sang saudagar melihat keatas dan disanalah wajah sang istri pertama. Dia begitu kurus, seakan menderita kurang gizi. Dengan sedih bin terharu, sang saudagar berkata,” Ooo istriku, seharusnya dari dulu aku menjaga dan memperhatikanmu dengan lebih baik.” Demikianlah, sebenarnya kita memiliki 4 istri dalam hidup ini. 1. Istri ke-4 adalah badan jasmaniah. Ngga peduli betapa banyak waktu dan usaha kita keluarkan untuk membuatnya tampak bagus, dia akan sirna begitu kita mati. 2. Istri ke-3? Kekayaan, jabatan dan status kita. Saat kita meninggal, dia akan beralih ke yang lain. 3. Istri ke-2 adalah keluarga dan sahabat kita. Betapapun dekatnya mereka dengan kita dalam hidup ini, sejauhnya mereka mampu menemani kita hanyalah sampai ke liang lahat. 4. Coba tebak? Hanya satu yang mengikuti kemanapun kita pergi. Inilah JIWA kita. Ada baiknya mulai sekarang kita menjaga dan memperkuatnya selagi masih banyak waktu. Yup, sebelum kita jatuh sakit dan tinggal menghitung hari. * Terjemahan bebas dari kumpulan cerita inspirasional
Ada teman yang nanyain kenapa sih mas, MP-nya pake judul Mulat Sarira Hangrasa Wani. Opo to kamsude?? Seingat saya dulu, di pelajaran sekolah ( SD kelas V kalo ngga salah ) dikasih tau Pak guru, Mulat sarira hangrasawani itu artinya wani ngoreksi awake dhewe. Ngilo githok-e ngono lhoo.. Interpretasi bebasnya kurang lebih adalah memiliki keberanian untuk selalu melakukan introspeksi terhadap diri sendiri. Becik nacad awak dhewe sakdurunge nacad wong liyan. Sebuah kesalahan yang pernah saya lakukan dulu adalah suka men”judge” seseorang dari tindakan yang dilakukannya dan mengharapkan dia berubah sesuai keinginan saya. Ini sedikit banyak menumbuhkan sikap egois dan keminter. Lhahh.. memang saya ini siapa? Koq berani – beraninya menghakimi, ngasih label benar salah, baik buruk kepada orang lain. Lha wong saya aja belum tentu benar koq, belum tentu baik. Tidak ada pekerjaan yang lebih sulit dari mengubah seseorang. Lebih mudah kalo kita yang mengubah diri sendiri dahulu. Dengan mengambil sudut pandang berbeda, mungkin kita bisa belajar memahami mengapa orang lain bertindak demikian. Usaha belajar untuk memahami ini, insya Allah, bisa menumbuhkan sifat tenggang rasa, empati serta “ menghormati “ hak orang lain dalam bergaul
Hari ini, ngisi pulsa 50 real, ternyata waktu cek saldo, ada 65.25. Saldo sebelum ngisi cuman tinggal 0.25 real. ( lagi miskin..he..he.. ). Wow.. lumayan banget, dapet bonus 15 real. Bisa buat nelpon ke Indonesia 5 menit-an lho. Saya nanya ama yang jual, emang lagi ada promosi. Dia bilang ya, buat isi ulang 50 dapet bonus 15, kalo isi ulang 100 dapet bonus 40. Wheeh, jadi ingat duluuu pertama datang ke Saudi, ngisi 300 dapet bonus 150 !! Perasaan seumur – umur di Indonesia, blom pernah dapet yang beginian deh.. *************************************************************** Dina iki, ngisi pulsa 50 real. Jebulane pas priksa saldo, ana 65.25 real. Saldo sakdurunge ngisi pulsa mung kari 0.25 real ( lagi kere..he..he ). Blaik.. lumayan tenan, entuk bonus 15 real. Bisa kanggo nelpon ning Indonesa 5 menitan lho. Aku takon karo sing dodol, apa pancen lagi ana promosi. Kandhane sih iya, sing ngisi ulang 50 entuk bonus 15. Yen ngisi 100 entuk bonus 40! Whehh, dadi kelingan mbiyen rikala teka pisanan ning Saudi, pas ana promosi isi ulang. Yen ngisi 300 bonuse 150!! Rumangsaku, sak-umur – umur ning Indonesia, during tau entuk sing kaya ngene iki je..
Falsafah hidup Aja dumeh mengajarkan sikap rendah hati dan tepa selira. Dalam sebuah masyarakat yang terdiri dari beragam status sosial, pasti ada yang miskin ada yang kaya. Ada yang pinter ada yang ngga pinter, demikian juga ada yang cakep ada juga yang kurang cakep. Sikap Aja dumeh sungguh berperan dalam memelihara kerukunan dan tenggang rasa dalam interaksi sosial di kehidupan sehari - hari. Sikap aja dumeh ini bersumber dari kesadaran bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah titipanNya, yang sewaktu - waktu dapat diambilNya jika kita tidak mampu menjaga amanahNya. Jadi apa harus dibanggakan? Aja dumeh ayu terus kemayu. Sebuah sikap yang over-acting, narsistik dimana merasa diri paling cakep sedunia. Senang caper karena memang merasa diri menjadi pusat perhatian, lha wong paling cakep je. Yakin deh, wong kemayu/ gumagus ini ngga akan pernah disukai dalam pergaulan. Aja dumeh sugih terus semugih. penyakit semugih ini yang menjangkiti perilaku kita dalam menggunakan uang. Belanja jor – joran sampai milliaran rupiah bukan berdasarkan kebutuhan, namun semata memuaskan nafsu keinginan belaka. Merasa dengan membeli dan memamerkannya kepada tetangga dan saudara akan menegaskan status sosialnya. Bukankah orang yang suka memamerkan harta bendanya termasuk yang tidak disukai Allah. Sikap ini condong kepada sifat loba, riya’ dan boros. Aja dumeh pinter terus keminter. Sikap keminter adalah kita merasa lebih mampu dari orang lain. Merasa lebih pinter dan lebih tahu. Sikap ini menutup kuping dan hati kita dari input atau nasehat dari luar. Ini karena kita udah biasa keminter, meremehkan kemampuan orang lain. Aja dumeh menang terus sewenang – wenang. Ini tentunya berlaku untuk mereka yang memenangkan kepercayaan rakyat untuk mengatur Negara ini. Kemenangan berarti bahwa amanat rakyat diletakkan ke pundak mereka. Untuk itulah mereka berkuasa. Seharusnya mereka berpikir dan bekerja dengan semboyan apa yang bisa saya berikan kepada rakyat, bukan apa yang bisa saya ambil dari rakyat. Lha kalo udah berkuasa trus mengambil hak rakyat, ngoyak - oyak ,nggebugi, nggusur sana sini, namanya sewenang – wenang khan? Ingatlah bahwa donya iku mung kanggo mampir ngombe. Sebuah episode dari perjalanan panjaaang hidup kita. Hidup yang sejati adalah yang di akhirat nanti. Di dunia ini, segala sesuatunya bersifat fana, pasti berawal dan berakhir. Manusia diciptakan dari tanah dan akan kembali ke tanah hanya dengan selembar kain kafan, meninggalkan harta, jabatan dan gengsi yang tidak akan menolongnya dari mati.
Salah satu falsafah jawa yang bermanfaat memberikan bekal bagi seorang laki-laki sebelum menikah adalah agar memiliki lima "ngo" terlebih dahulu. Lima "ngo" tersebut adalah harus mampu ngopeni (memelihara), mampu nglambeni (memberikan pakaian), mampu ngomahi (membangunkan rumah), mampu ngayomi (mampu melindungi/mengayomi) dan mampu ngeloni (mampu berhubungan seksual). Lima ngo ini meliputi dimensi materi dan rohani. Tiga ngo yang pertama yaitu ngopeni, nglambeni dan ngomahi lebih bersifat material. Sehingga harus dipenuhi secara material juga. Sedangkan dua ngo selanjutnya yaitu ngayomi dan ngeloni lebih bersifat rohani. Perasaan bahagia dan tenang berada dalam sebuah keluarga hanya bisa kita rasakan dalam hati saja. Seperti apakah lima ngo tersebut, mari kita bahas sedikit saja dari masing-masing lima ngo ini. Ngo yang pertama, kedua dan ketiga adalah ngopeni, nglambeni dan ngomahi. Tiga ngo pertama ini berarti laki-laki sebagai pemimpin keluarga harus mampu memenuhi kebutuhan primer isterinya yaitu pangan (makanan), sandang (pakaian) dan papan (rumah). Darimana kita bisa memenuhi kebutuhan primer itu, tentunya berasal dari sumber penghasilan. Sumber ini bisa berupa apa saja dan bisa berasal darimana saja. Hanya saja sebagai makhluk ciptaan Allah, mungkin lebih baik apabila kita tahu diri untuk mencari sumber penghasilan yang halal dan dalam koridor yang diperintahkan oleh Allah. Karena perjalanan hidup kita akan menjadi lebih tenang apabila makanan yang dimakan, pakaian yang digunakan dan rumah yang ditinggali oleh isteri dan anak kita berasal dari sumber yang halal. Ngo yang keempat adalah ngayomi. Seorang laki-laki yang memutuskan untuk menikah dengan seorang perempuan harus mampu memberikan perlindungan atau ayoman kepada isterinya baik secara fisik maupun mental. Laki-laki tersebut harus mampu melindungi keluarganya dari bahaya. Pada saat ada rampok misalnya, maka laki-lakilah yang memiliki kewajiban untuk berada di depan keluarganya untuk membela dan mempertahankan harta keluarganya. Pada saat sang isteri sedang sedih, maka si suami harus mampu dan bersedia memberikan bahunya sebagai tempat bersandar dan berkeluh kesah. Suami juga harus mampu mengatur waktunya sebaik mungkin untuk bekerja, keluarga dan sosial, sehingga isteri tidak merasa diabaikan atau ditinggalkan. Pada saat isteri sedang marah, maka suami harus mampu meredam dan mendinginkan emosi sang isteri. Pada saat keluarga sedang dilanda masalah, suamipun harus mampu memberikan solusi riil dan realistis. Mengayomi ini sebenarnya lebih banyak berada dalam dimensi immaterial, karena lebih banyak dirasakan oleh hati dibandingkan dirasakan secara fisik. Namun efek yang ditimbulkan oleh kenyamanan secara immaterial ini jauh lebih bagus dibandingkan dengan kenyamanan secara material. Isteri kita pasti akan lebih menerima apabila berada dalam kondisi kekurangan secara material namun kaya hati dibandingkan kaya secara material namun hatinya tertekan karena tidak pernah merasakan kehangatan kasih sayang seorang suami. Ngo yang terakhir adalah ngeloni. Artinya kelengkapan sebagai seorang laki-laki yang mutlak harus dimilki oleh suami adalah kemampuan untuk berhubungan seksual. Memang sih seks bukanlah hal yang paling penting dalam sebuah rumah tangga, namun seks-lah yang menjadi bumbu pemanis dan penikmatnya. Tanpa seks, rumah tangga akan menjadi seperti sayur tanpa garam. Hambar. Bahkan romantisme juga merupakan sebagian dari prosesi hubungan seksual antara suami dan isteri. Sumber : Tulisan Sdr. fajar AriWibowo dari Milis Air putih @ yahoogroups.
Kerata basa utawa kasebut jarwa dhasak iku tembung sing asring ditegesi 'dikira-kira nanging nyata' Tuladha : Bapak = Bab apa – apa pepak ( pepak bab kawruh lan pengalaman ) Gusti = Bagusing ati Gedhang = Digeget bar madhang Copet = Ngaco karo mepet – mepet Kutang = sikute diutang Kathok = Diangkat sithok - sithok Maling = Njupuk amale wong sing ora eling Garwa = Sigaraning nyawa Pipi = piranti kanggone ing papan sing sepi Keringet = keri – keri tur anget Sopir = Yen ngaso mampir Sepuh = sabdane ampuh Saru = kasar tur keleru Tandur = nata karo mundur Wanita = wani ing tata Guru = Digugu lan ditiru, dudu wagu tur saru
It Is a Madness... To hate all roses because you got scratched with one thorn...  To give up on your dreams because one didn’t come true... To lose faith in prayers Because one was not answered... To give up on your efforts Because one of them failed... To condemn all your friends Because one betrayed you... Not to believe in love Because someone was unfaithful or didn’t love you back... To throw away all your chances to be happy Because you did not succeed on the first attempt.... I hope that as you go on your way You don’t give in to madness Remembering always ... Another chance may come up ! Another friend  A new love  A renewed strength  Be persistent ! Look for happiness in every day The sure path to failure is to give up! It is often through failure that future success comes KEEP ON TRYING! * To anyone of my beloved friends who is feeling in despair right now :) **************************************************** Jenenge Edan... Nacad sakabehing kembang mawar Amarga ketusuk erine siji… Mutung anggone duwe pengimpen Amarga ora kelakon siji… Mbalela ora gelem donga Amarga sijining pandongane durung diwangsuli… Mutung anggone makarya Amarga salah sijining makarya ora mikolehi… Nacad para kanca Amarga salah sijining culika Ora percaya ing katresnan Amarga sing ditresnani ora weweh piwalesan Mbuwang kasempatan oleh ing bungah Amarga nyoba sepisan wis gagal Pengarep – arepku, rikala kowe ngelakoni dalan ( urip) mu Aja dadi edan Eling, tansah eling… Kasempatan liyane mesthi teka Kanca liyane Katresnan anyar Kakuwatan sing nganyari Sing tekun Anggolek kabegjaning saben dina ( amarga ) Mutung kuwi mesthi pinuju gagal Dene sinau saka gagal iku dalan pinuju sukses Monggo Dipun Cobi! *Kagem sinten kemawon saking para sutresnan ingkang kula asihi, ingkang gadhah MUTUNG ing penggalih dinten punika.
Ha Aja ngandhakake apa wae sing ora dingerteni Na Nandur kabecikan, panen kabecikan Ca Cipta, rasa, karsa, daya lan karya kudu saeka Ra Ruweting donya iku jalaran urip ora padha nindakake kawajibaning urip Ka Kang wani kang wenang Da Duwe sedya becik ora enggal ditindakake padha karo ndhedher wiji laraning ati Ta Tansah was was tandha ora saras Sa Senenging ati ndawakake umur Wa Wong lara ngarep – arep waras. Wong waras, apa pangarep – arepmu? La Lembah manah gawe kuncaraning pribadhi Pa Pinuju bungah elinga susah, pinuju susah elinga bungah Dha Dhasaring ngaurip iku gotong royong Ja Jeneng tresna kudu wani nglabuhi lara sengsara Ya Yen wis janji, kudu dileksanani Nya Nyampurnakake urip klawan sucining ati Ma Momor, momot, momong. Mesthi mikolehi Ga Gemi iku becik. Mung gemining wong cethil kang ora becik Ba Becik nacada cacadmu dhewe Tha Thothok – thothoka lawang yen njaluk diwengani Nga Ngunggulake dhiri bakal diasorake, sapa andhap asor bakal diunggulake ************************************************ Jangan ngomongin apa yang ngga dipahami Menanam kebaikan akan menuai kebaikan pula Cipta, rasa, karsa, daya dan karya harus menjadi satu Ruwetnya dunia itu karena orang hidup tapi tidak menunaikan kewajiban hidup Yang berani yang berkuasa Mempunyai niat baik tidak segera diwujudkan sama dengan menabur benih sakit hati Selalu was – was tanda tidak waras Hati yang senang memanjangkan umur Orang sakit ingin sehat, Orang sehat, apa keinginanmu? Bersabar itu menjadikan pribadi yang baik Saat susah ingatlah ( kala ) senang, saat senang ingatlah ( kala ) susah Dhasar hidup itu gotong royong Yang namanya cinta harus berani menjalani sengsara Jika sudah berjanji, harus dilaksanakan Menyempurnakan hidup serta menyucikan hati Bergaul, akomodatif, mengasuh. Pasti memperoleh Hemat itu baik, Cuma “hemat”nya orang pelit yang ngga bagus Lebih baik mencela kekurangan diri sendiri Ketuklah jika ingin dibukakan pintu Meninggikan diri sendiri bakalan direndahkan, merendahkan hati bakalan diunggulkan * Tau bener ngga terjemahannya, wong cuma pake ilmu ngawur
Mlaku - mlaku ning Multiply Customized Theme, aku dadi kepengen nyoba - nyoba tema sing anyar. Yen sakdurunge koq rumangsane " ngejreng " banget, saiki nyoba ganti sing rada kalem ( kaya sing nduwe ..he..he..). Amarga isih anyaran anggene " bermukipli," isih main copas sing ana wae. Mbok menawa, mengko sisan ngangsu kawruh utamane babagan pemrograman HTML iki, ben bisa nggawe sing luwih kharakteristik ( apa ya basa Jawane..? ) kaya duwene para sutresnan liyane. Pripun nggih para sutresnan? Kadosipun rak luwih sekeca nggih? ******************************************************************************************************** Jalan - jalan di site Multiply Customized Theme, saya jadi ingin coba - coba theme yang baru. Kalo sebelumnya, rasanya koq " ngejreng " banget, sekarang coba cari yang agak kalem ( kayak orangnya..he..he ). karena masih baru dalam " bermultiply," masih main copas yang ada aja. Siapa tahu, ntar bisa sekalian belajar, terutama tentang bahasa pemrograman HTML ini, agar bisa bikin yang lebih kharakteristik seperti punya temen - temen yang lain. Gimana ya rekan sekalian? Keliatan lebih enak ( dipandang ) khan ?
 | Narsis | May 6, '08 3:11 PM for everyone |
Mlaku – mlaku ning situs-e Ki demang Sokowanten ( www.ki-demang.com), aku tertarik karo penanggalan Jawa. Iseng – iseng nyoba nglebokake tanggal lairku kanggo nggoleki sifat utawa wataking miturut wetone. Dadine : Dina - Pasaran : Jemuwah Pahing Tanggal Jawa : 08 Jumadil Akhir 1909 - Jimawal Windu-Lambang : Kuntara, Langkir Nama Wuku : Sinta Mongso : Karolas - Asuji (12/05 s/d 11/06) Sadwara : Mawulu Hastawara/Padewan : Indra Sangawara/Padangon : Gigis Saptawara/Pancasuda : Tunggak Semi Rakam : Mantri Sinaroja Paarasan : Lakuning Srengenge Perwatakan Weton : Jemuwah Pahing 1. Dino : Jemuwah Enerjik mengagumkan. 2. Pasaran : Pahing Selalu ingin memiliki (barang), kesungguhannya penuh perhitungan untuk mendapatkan untung, suka menolong, mandiri, kuat lapar, banyak musuhnya, kalau tersinggung menakutkan marahnya, suka kebersihan. Sering kena tipu dan kalau kehilangan jarang bisa menemukan kembali. 3. Padewan : Indra Berbakat menjadi cendekiawan/intelektual, sombong, teliti. 4. Sadwara : Mawulu ( Benih ) Was - was dan curiga. 5. Padangon : Gigis ( Tanah - Bumi ) Berhati longgar, pamomong, sabar. 6. Pancasuda : Tunggak Semi Rejekinya selalu ada, akan habis tetapi mendapatkan lagi. 7. Rakam : Mantri Sinaroja Memperoleh kemuliaan, mampu menjalankan tugas, angkuh. 8. Paarasan : Lakuning Srengenge Sentosa, berwibawa, menghidupi, menerangi. Kadosipun nggih kathah ingkang cocok Ki kejaba sing diarani sombong, angkuh, curiga, sering kena tipu lan banyak musuhnya :) ************************************************************* Browsing di situs milik Ki Demang Sokowanten ( www.ki-demang.com ), saya tertarik dengan sistem penanggalan Jawa on line. iseng - iseng saya coba memasukkan tanggal lahirku untuk mencari sifat atau watak seseorang berdasarkan wetonnya. Hasilnya : Dina - Pasaran : Jum'at Pahing Tanggal Jawa : 08 Jumadil Akhir 1909 - Jimawal Tanggal Hijriah : 08 Jumadil Tsania 1397 (H) Windu-Lambang : Kuntara, Langkir Nama Wuku : Sinta Mongso : Karolas - Asuji (12/05 s/d 11/06) Sadwara : Mawulu Hastawara/Padewan : Indra Sangawara/Padangon : Gigis Saptawara/Pancasuda : Tunggak Semi Rakam : Mantri Sinaroja Paarasan : Lakuning Srengenge Perwatakan Weton : Jum'at Pahing 1. Dino : Jum'at Enerjik mengagumkan. 2. Pasaran : Pahing Selalu ingin memiliki (barang), kesungguhannya penuh perhitungan untuk mendapatkan untung, suka menolong, mandiri, kuat lapar, banyak musuhnya, kalau tersinggung menakutkan marahnya, suka kebersihan. Sering kena tipu dan kalau kehilangan jarang bisa menemukan kembali. 3. Padewan : Indra Berbakat menjadi cendekiawan/intelektual, sombong, teliti. 4. Sadwara : Mawulu ( Benih ) Was - was dan curiga. 5. Padangon : Gigis ( Tanah - Bumi ) Berhati longgar, pamomong, sabar. 6. Pancasuda : Tunggak Semi Rejekinya selalu ada, akan habis tetapi mendapatkan lagi. 7. Rakam : Mantri Sinaroja Memperoleh kemuliaan, mampu menjalankan tugas, angkuh. 8. Paarasan : Lakuning Srengenge Sentosa, berwibawa, menghidupi, menerangi. Kayaknya sih emang banyak benernya Ki, kecuali yang dibilang sombong, angkuh, curiga, sering kena tipu dan banyak musuhnya :)
Entuk saka mailing list-e wong Jowo : Sakderengipun, kula nyuwun Gunging samudran pangaksami dhumateng sinten kemawon ingkang asmanipun kasebat wonten ngandhap punika. Inggih namung gojegan sawetawis Wong Jawa yen njenengi putrane mawa pangarep-arep kayata :
Ben pinter nanem kembang = Rosman
Ben pinter ndandani mobil = Karman
Ben pinter main golf = Parman
Ben pinter lelayangan = Suratman
Ben gagah prakosa = Suparman
Ben pinter nggawe roti = Paiman
Ben pinter seni = Saniman
Ben sugih = Sugiman
Ben ketagihan = Tuman
Ben seneng wudo = Nudiman
Ben repot terus = Bisiman.
Ben pinter main game = Giman.
Ben dadi juragan sate = Satiman.
Ben dadi juragan trasi = Tarsiman.
Ben pinter mecahna masalah = Sukarman.
Yen ujian ora usah mbaleni = Herman.
Ben pinter gawe jus = Yusman.
Ben merbawani = Jaiman.
Ben awet enom = Boiman.
Ben pinter perang = Warman.
Ben nyambut gawe ing Bali = Nyoman.
Ben dadi wong Sunda = Maman.
Ben lincah lan pinter menek = Hanoman.
Ben tetep manggon ing Jogja = Sleman.
Ben pinter ndandani utawa nggawe sepatu = Soleman. *Matur sembah nuwun dhumateng Mas Tantono kagem tombo stress-ipun :) ***************************************************************** Dapet dari mailing list Orang Jawa : Sebelumnya saya minta maaf kepada siapa saja yang namanya disebut dibawah ini. Ini sekedar guyonan aja Orang Jawa saat memberi nama anak-anaknya menyiratkan harapannya kelak, seperti : Pinter nanam bunga = Rosman
Ahli reparasi mobil = Karman
Jadi pemain golf = Parman
Pandai ber imel-an = Suratman
Gagah perkasa = Suparman
Pandai bikin kue = Paiman
Ahli di bidang seni = Saniman
Kaya raya = Sugiman
Suka Ketagihan = Tuman Suka – maaf – telanjang = Nudiman Senengnya sibuk = Bisiman.
Pinter main game = Giman.
Jadi juragan sate = Satiman.
Jadi juragan terasi = Tarsiman.
Ahli memecahkan masalah = Sukarman.
Pinter dalam Ujian, jadi ngga perlu mengulang = Herman.
Pinter bikin jus = Yusman.
Berwibawa = Jaiman.
Awet muda ( baby face kalee.. ) = Boiman.
Ahli perang = Warman.
Kerja di Bali = Nyoman.
Jadi orang Sunda = Maman.
Lincah dan pandai memanjat = Hanoman.
Biar tetep tinggal di Jogja = Sleman.
Ahli reparasi sepatu = Soleman. *Terima Kasih buat Mas Tantono buat obat stress-nya :)
Ing Kasusastran Jawa, ana tembung sing diarani RuraBasa, yaiku tembung yen dipenggalih saka maknane sakjane kleru nanging tetep digunaake amarga wis dianggep lumrah. Adang Sega = Adang beras supaya dadi sega Mbunteli tempe = Mbunteli kedhele godhog dimomon ragi dadi tempe Menek blimbing = Menek wit blimbing Mangan awan = Mangan sega ing wayah awan Ndhudhuk sumur = Ndhudhuk lemah kanggo gawe sumur Nggodhog wedang = Nggodhog banyu kanggo wedangan Nglinthing rokok = Nglinthing klobot diisi mbako supaya dadi rokok Nguleg sambel = Nguleg lombok, uyah lan sapiturute dadi sambel Nunggu manuk = Nunggu sawah supaya parine ora dithothol manuk Nulis layang = Nulisi dluwang supaya dadi layang ********************************************************************************************************** Dalam khasanah kususastraan Jawa, ada kalimat yang disebut Rurabasa, yaitu kalimat yang jika dilihat dari makna katanya sebenarnya keliru namun tetap digunakan karena udah dianggap lumrah. Menanak Nasi = Menanak beras agar jadi nasi Membungkus tempe = Membungkus kedelai rebus yang diragi menjadi tempe Memanjat belimbing = Memanjat pohon belimbing Makan siang = Makan ( nasi ) di waktu siang hari Menggali sumur = Menggali tanah untuk bikin sumur Memasak minuman = Memasak air untuk minuman Menggulung rokok = Menggulung tembakau ama klobot agar jadi rokok Nguleg sambel = Menguleg cabe, garam dan lainnya jadi sambal Nunggu burung = Nunggu sawah agar padinya ngga dimakan burung Menulis surat = Menulis kertas agar menjadi surat
Bawang Kothong Bawang Kothong iku kanggo ngarani bocah sing sakjane ora ngerti apa – apa nanging dikatutke ning dolanan kanggo nggenepi . Lha ya karang ora ngerti apa – apa, yen mlayu melu mlayu, yen dadi melu dadi lan sapitirute. Pokok-e melu- melu..!! Zaman saiki, mbuh ning instansi negara utawa swasta ana akeh bawang kothong pating slebar. Biasane dilebokke dadi pegawai karo sing nduwe kuwasa (bendarane), mbuh kuwi anake, sanak kadhang opo ingon – ingonan. Sing marahi bubrah, kadhang si bendara sok meksa nglebokne senajan ngerti yen sakjane pegawaine wis genep. Yen perlu, yo diseselke. Amarga nduwe trah karo sing nduwe kuwasa ning instansi, “ bawang – bawang kothong “ iki nduwe karir cepet, nglenggahi jabatan sing sakjane utek lan pengalamane durung nyandhak. Panjenengan bayangke kemawon, wong sing sakjane ora ngerti apa – apa nanging didhapuk dadi manager, yen ora malah direktur. Yen kaya ngene, kepriye negara ora bubrah jal? Bawang Kosong adalah sebutan buat anak yang sebenarnya ngga tau apa – apa tapi diikutkan dalam sebuah permainan untuk menyeimbangkan jumlah orang. Tapi karena ngga tau apa – apa, ya kalo lari ikut lari, kalo jadi ya ikut jadi. Pokoknya ikut – ikutan..!! Zaman sekarang, entah itu di instansi negara maupun swasta, ada banyak bawang kosong bertebaran. Biasanya dimasukkan jadi pegawai oleh yang punya kekuasaan ( Bos ), entah itu anaknya, sanak saudara atau piaraan. Yang bikin bubrah, kadang – kadang Bos memaksa masukin itu orang meski dia tahu kalo sebenarnya jumlah pegawai udah pas. Karena masih punya hubungan dengan sang pimpinan, bawang kosong ini banyak yang melesat karirnya, menduduki jabatan yang sebenarnya jauh dari kapasitasnya. Anda bayangkan saja, orang yang sebenarnya incapable tapi jadi manager, atau malah direktur. Kalo begini, gimana negara ngga hancur ya?
Sinambi nunggu kebon, ora ana widodari liwat, aku nyoba ngeling - eling pasinaon Basa Jawi jaman cilik mbiyen. nalika semanten, didhawuhi Ibu Guru ngapalke aran kembang, kayata: Kembang gedhang : tuntut Kembang jambu : karuk kembang duren : diongop Kembang jambe : mayang Kembang aren : dangu Kembang cengkeh : polong Kembang Jati : janggleng Kembang jagung : sinuwun Kembang kacang : besengut Kembang blimbing : maya Kembang kelor : limaran Kembang kambil : manggar Kembang lombok : menik Kembang mlinjo : kroto Kembang ndesa : lhaa iki sing takgoleki …… ********************************* Sambil ngantor, sepi ngga ada yang lewat, saya coba mengingat pelajaran bahasa jawa zaman masih kecil duluu. Waktu itu, disuruh Ibu Guru menghapal nama bunga, misalnya : Bunga Pisang : tuntut Bunga Jambu : karuk Bunga durian : diongop |
|