Grenengan Ora Karuan

Blog EntryNrimo Ing PandumJun 9, '08 8:30 PM
for everyone

Setiap manusia bisa jadi memiliki rezeki yang berbeda – beda. Beda – beda panduming dumadi.  Sikap nrimo adalah menyadari perbedaan ini sebagai Keadilan-Nya dan menganggap apa yang kita dapatkan pasti yang terbaik buat kita.  Jadi sikap nrimo adalah pengakuan manusia Jawa terhadap sifat Gusti Allah, Yang Maha Adil. Nrimo tidak berarti harus mengambil sikap fatalistik, yang hanya pasrah dan menunggu rezeki datang, namun merupakan ungkapan rasa syukur terhadap apa yang telah dikaruniakanNya kepada kita. Rasa syukur ini dapat diterjemahkan dengan karena tidak selalu mendapatkan apa yang kusukai, maka aku menyukai apapun yang kudapatkan karena Tuhan lebih tahu apa yang terbaik buat kita.

Dalam kehidupan sehari – hari, sikap nrimo mengkondisikan pikiran kita untuk menjauhi rasa iri dan dengki dengan mereka yang lebih beruntung - dari segi materi misalnya. Mencegah kita untuk mengeluh, komplain dan membanding - bandingkan diri kita dengan yang lain. Percayalah bahwa didunia ini akan selalu ada orang yang lebih kaya, lebih cakep, lebih pinter dari kita. Disisi lain, sikap nrimo juga mengendalikan kita dari rasa sombong dan tinggi hati terhadap mereka yang kurang beruntung. Ini karena kita selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki. Ingatlah bahwa kadang pikiran kita begitu penuh dengan obsesi dan keinginan sehingga kita lupa menikmati yang telah kita miliki. Pasangan yang setia, pekerjaan yang bagus dan lainnya.  

Akhir kata, saya kutipkan cerita tentang seorang Ibu yang “ nrimo “ dengan apapun takdir yang telah Allah putuskan buat dirinya. Suatu ketika, saat hendak mengunjungi putranya di seberang, kapal yang ditumpanginya karam dan dia terapung - apung di lautan. Namun dia tetap tenang dan merasa bahagia. Ketika ditanya, kenapa koq ngga merasa khawatir? Sang ibu menjawab, saya punya dua putra. Satu udah meninggal, dan satunya lagi hidup di seberang. Jika saya selamat, saya akan berbahagia karena berkesempatan bertemu dengan anak saya di seberang. kalopun mati, saya tetep bahagia karena dapat bertemu putra saya yang lain di "sana". 


Blog EntryPoligamiJun 8, '08 5:54 PM
for everyone

Ada seorang saudagar kaya yang memiliki 4 istri

Istri ke-4 adalah yang paling dicintai dan dipuja. Dia benar benar memperhatikannya dan memberi segalanya yang terbaik hanya untuk sang istri ke-4.

Dia juga sangat mencintai istri ke-3. Sangat membanggakannya dan selalu ingin menunjukkan kepada teman – temannya. Meski demikian, sang saudagar selalu merasa takut kalau – kalau istri ke3 ini selingkuh dengan pria lain.

Diapun mencintai istri ke-2. Orang yang bersahaja, selalu sabar dan penuh pengertian . Jika sang saudagar menghadapi masalah, dia selalu datang curhat ke istri ke-2  dan sang istri selalu membantunya melewati masa-masa sulit.

Sedang istri pertama sebenarnya sangat setia dan punya peran besar dalam menjaga kekayaan dan bisnis sebagaimana juga dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Namun, sang saudagar tak begitu cinta  serta jarang memperhatikannya.

Hingga suatu hari, sang saudagar jatuh sakit. Dia tahu bahwa waktunya udah ngga lama lagi. Yang terpikir pertama adalah istri – istrinya dan dia berpikir betapa bahagianya dia memiliki 4 istri. Jika meninggal, maka betapa dia akan sendiri dan merasa kesepian.

 Maka dipanggillah istri ke-4. “ Saya begitu mencintaimu dan memanjakanmu dengan berbagai macam pakaian terbaik serta memberikan perhatian yang sedemikian besar. Sekarang aku sekarat, maukah engkau ikut dan menemaniku?” “NO WAY!” Jawab istri ke-4 sambil ngeloyor pergi.

Jawaban ini benar benar mengiris hati sang saudagar. Dengan perasaan sedih, dia bertanya kepada istri ke3,” Saya juga mencintaimu sepanjang hidupku. Kini aku sekarat, ikutlah menemaniku. “  “Emoh” jawab istri ke-3. “Hidup begitu indah disini. Aku mo kawin lagi jika kau dah mati.” Hati sang saudagar semakin sedih.

Kemudian, dia bertanya kepada istri ke-2,” Aku selalu berpaling kepadamu saat butuh bantuan dan engkau selalu membantuku. Sekarang, aku butuh bantuanmu lagi. Saat meninggal nanti, maukah engkau ikut menemaniku.” “ Maap – maap say, saya ga bisa bantu kali ini,” jawab sang istri ke-2.”Paling – paling saya cuma bisa nganterin kamu sampai ke makam.” Jawaban ini serasa bagaikan petir disiang bolong bagi sang saudagar.

Dia semakin sedih dan masygul.

Tiba tiba sebuah suara terdengar,” Aku akan pergi bersamamu. Aku akan ikut kemanapun kau pergi.” Sang saudagar melihat keatas dan disanalah wajah sang istri pertama. Dia begitu kurus, seakan menderita kurang gizi. Dengan sedih bin terharu, sang saudagar berkata,” Ooo istriku, seharusnya dari dulu aku menjaga dan memperhatikanmu  dengan lebih baik.”

 

Demikianlah, sebenarnya kita memiliki 4 istri dalam hidup ini.

1.       Istri ke-4 adalah badan jasmaniah. Ngga peduli betapa banyak waktu dan usaha kita keluarkan untuk membuatnya tampak bagus, dia akan sirna begitu kita mati.

2.       Istri ke-3? Kekayaan, jabatan dan status kita. Saat kita meninggal, dia akan beralih ke yang lain.

3.       Istri ke-2 adalah keluarga dan sahabat kita. Betapapun dekatnya mereka dengan kita dalam hidup ini, sejauhnya mereka mampu menemani kita hanyalah sampai ke liang lahat.

4.       Coba tebak? Hanya satu yang mengikuti kemanapun kita pergi. Inilah JIWA kita. Ada baiknya mulai sekarang kita menjaga dan memperkuatnya selagi masih banyak waktu.  Yup, sebelum kita jatuh sakit dan tinggal menghitung hari.

 

 

* Terjemahan bebas dari kumpulan cerita inspirasional


Blog EntryMulat Sarira Hangrasa WaniJun 3, '08 9:25 PM
for everyone

Ada teman yang nanyain kenapa sih mas, MP-nya pake judul Mulat Sarira Hangrasa Wani. Opo to kamsude??  Seingat saya dulu, di pelajaran sekolah ( SD kelas V kalo ngga salah ) dikasih tau Pak guru, Mulat sarira hangrasawani itu artinya wani ngoreksi awake dhewe. Ngilo githok-e ngono lhoo..

Interpretasi bebasnya kurang lebih adalah memiliki keberanian untuk selalu melakukan introspeksi terhadap diri sendiri. Becik nacad awak dhewe sakdurunge nacad wong liyan. Sebuah kesalahan yang pernah saya lakukan dulu adalah suka men”judge” seseorang dari tindakan yang dilakukannya dan mengharapkan dia berubah sesuai keinginan saya. Ini sedikit banyak menumbuhkan sikap egois dan keminter. Lhahh.. memang saya ini siapa? Koq berani – beraninya menghakimi, ngasih label benar salah, baik buruk kepada orang lain. Lha wong saya aja belum tentu benar koq, belum tentu baik.

Tidak ada pekerjaan yang lebih sulit dari mengubah seseorang. Lebih mudah kalo kita yang mengubah diri sendiri dahulu. Dengan mengambil sudut pandang berbeda, mungkin kita bisa belajar memahami mengapa orang lain bertindak demikian.  Usaha belajar untuk  memahami ini, insya Allah, bisa menumbuhkan sifat tenggang rasa, empati serta “ menghormati “ hak orang lain dalam bergaul


Blog EntryBonus ( Ngga penting sih.. )Jun 2, '08 7:19 PM
for everyone

Hari ini, ngisi pulsa 50 real, ternyata waktu cek saldo, ada 65.25. Saldo sebelum ngisi cuman tinggal 0.25 real. ( lagi miskin..he..he.. ). Wow.. lumayan banget, dapet bonus 15 real. Bisa buat nelpon ke Indonesia 5 menit-an lho.

Saya nanya ama yang jual, emang lagi ada promosi. Dia bilang ya, buat isi ulang 50 dapet bonus 15, kalo isi ulang 100 dapet bonus 40. Wheeh, jadi ingat duluuu pertama datang ke Saudi, ngisi 300 dapet bonus 150 !!

Perasaan seumur – umur di Indonesia, blom pernah dapet yang beginian deh..

 

***************************************************************

Dina iki, ngisi pulsa 50 real. Jebulane pas priksa saldo, ana 65.25 real. Saldo sakdurunge ngisi pulsa mung kari 0.25 real ( lagi kere..he..he ). Blaik.. lumayan tenan, entuk bonus 15 real. Bisa kanggo nelpon ning Indonesa 5 menitan lho.

 Aku takon karo sing dodol, apa pancen lagi ana promosi. Kandhane sih iya, sing ngisi ulang 50 entuk bonus 15. Yen ngisi 100 entuk bonus 40! Whehh, dadi kelingan mbiyen rikala teka pisanan ning Saudi, pas ana promosi isi ulang. Yen ngisi 300 bonuse 150!!

Rumangsaku, sak-umur – umur ning Indonesia, during tau entuk sing kaya ngene iki je..


Blog EntryAja Dumeh !Jun 1, '08 9:08 PM
for everyone

Falsafah hidup Aja dumeh mengajarkan sikap rendah hati dan tepa selira. Dalam sebuah masyarakat yang terdiri dari beragam status sosial, pasti ada yang miskin ada yang kaya. Ada yang pinter ada yang ngga pinter, demikian juga ada yang cakep ada juga yang kurang cakep. Sikap Aja dumeh sungguh berperan dalam memelihara kerukunan dan tenggang rasa dalam interaksi sosial di kehidupan sehari - hari. Sikap aja dumeh ini bersumber dari kesadaran bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah titipanNya, yang sewaktu - waktu dapat diambilNya jika kita tidak mampu menjaga amanahNya.  Jadi apa harus dibanggakan?

Aja dumeh ayu terus kemayu. Sebuah sikap yang over-acting, narsistik dimana merasa diri paling cakep sedunia. Senang caper karena memang merasa diri menjadi pusat perhatian, lha wong paling cakep je.  Yakin deh, wong kemayu/ gumagus ini ngga akan pernah disukai dalam pergaulan.

Aja dumeh sugih terus semugih. penyakit semugih ini yang menjangkiti perilaku kita dalam menggunakan uang. Belanja jor – joran sampai milliaran rupiah bukan berdasarkan kebutuhan, namun semata memuaskan nafsu keinginan belaka. Merasa dengan membeli dan memamerkannya kepada tetangga dan saudara akan menegaskan status sosialnya. Bukankah orang yang suka memamerkan harta bendanya termasuk yang tidak disukai Allah. Sikap ini condong kepada sifat loba, riya’  dan boros.

Aja dumeh pinter terus keminter. Sikap keminter adalah kita merasa lebih mampu dari orang lain. Merasa lebih pinter dan lebih tahu. Sikap ini menutup kuping dan hati kita dari input atau nasehat dari luar. Ini karena kita udah biasa keminter, meremehkan kemampuan orang lain.

Aja dumeh menang terus sewenang – wenang. Ini tentunya berlaku untuk mereka yang memenangkan kepercayaan rakyat untuk mengatur Negara ini. Kemenangan berarti bahwa amanat rakyat diletakkan ke pundak mereka. Untuk itulah mereka berkuasa. Seharusnya mereka berpikir dan bekerja dengan semboyan apa yang bisa saya berikan kepada rakyat, bukan apa yang bisa saya ambil dari rakyat. Lha kalo udah berkuasa trus mengambil hak rakyat, ngoyak - oyak ,nggebugi, nggusur sana sini, namanya sewenang – wenang khan?

Ingatlah bahwa donya iku mung kanggo mampir ngombe. Sebuah episode dari perjalanan panjaaang hidup kita. Hidup yang sejati adalah yang di akhirat nanti.  Di dunia ini, segala sesuatunya bersifat fana, pasti berawal dan berakhir. Manusia diciptakan dari tanah dan akan kembali ke tanah hanya dengan selembar kain kafan, meninggalkan harta, jabatan dan gengsi yang tidak akan menolongnya dari mati.


Blog EntryPernikahan dalam perspektif JawaMay 25, '08 4:55 PM
for everyone

Salah satu falsafah jawa yang bermanfaat  memberikan bekal bagi seorang laki-laki sebelum menikah adalah agar memiliki lima "ngo" terlebih dahulu. Lima "ngo" tersebut adalah harus mampu ngopeni (memelihara), mampu nglambeni (memberikan pakaian), mampu ngomahi  (membangunkan rumah), mampu ngayomi (mampu melindungi/mengayomi) dan mampu ngeloni  (mampu berhubungan seksual).

Lima ngo ini meliputi dimensi materi dan rohani. Tiga ngo yang pertama yaitu ngopeni, nglambeni dan ngomahi lebih bersifat material. Sehingga harus dipenuhi secara material juga. Sedangkan dua ngo selanjutnya yaitu ngayomi dan ngeloni lebih bersifat rohani. Perasaan bahagia dan tenang berada dalam sebuah keluarga hanya bisa kita rasakan dalam hati saja.

Seperti apakah lima ngo tersebut, mari kita bahas sedikit saja dari masing-masing lima ngo ini.

Ngo yang pertama, kedua dan ketiga adalah ngopeni, nglambeni dan ngomahi. Tiga ngo pertama ini berarti laki-laki sebagai pemimpin keluarga harus mampu memenuhi kebutuhan primer isterinya yaitu pangan (makanan), sandang (pakaian) dan papan (rumah). Darimana kita bisa memenuhi kebutuhan primer itu, tentunya berasal dari sumber penghasilan. Sumber ini bisa berupa apa saja dan bisa berasal

darimana saja. Hanya saja sebagai makhluk ciptaan Allah, mungkin lebih baik apabila kita tahu diri untuk mencari sumber penghasilan yang halal dan dalam koridor yang diperintahkan oleh Allah. Karena perjalanan hidup kita akan menjadi lebih tenang apabila makanan yang dimakan, pakaian yang digunakan dan rumah yang ditinggali oleh isteri dan anak kita berasal dari sumber yang halal.

Ngo yang keempat adalah ngayomi. Seorang laki-laki yang memutuskan untuk menikah dengan seorang perempuan harus mampu memberikan perlindungan atau ayoman kepada isterinya baik secara fisik maupun mental. Laki-laki tersebut harus mampu melindungi keluarganya dari bahaya. Pada saat ada rampok misalnya, maka laki-lakilah yang memiliki kewajiban untuk berada di depan keluarganya untuk membela dan mempertahankan harta keluarganya. Pada saat sang isteri sedang sedih, maka si suami harus mampu dan bersedia memberikan bahunya sebagai tempat bersandar dan berkeluh kesah. Suami juga harus mampu mengatur waktunya sebaik mungkin untuk bekerja, keluarga dan sosial, sehingga isteri tidak merasa diabaikan atau ditinggalkan. Pada saat isteri sedang marah, maka suami harus mampu meredam dan mendinginkan emosi sang isteri. Pada saat keluarga sedang dilanda masalah, suamipun harus mampu memberikan solusi riil dan realistis.

Mengayomi ini sebenarnya lebih banyak berada dalam dimensi immaterial, karena lebih banyak dirasakan oleh hati dibandingkan dirasakan secara fisik. Namun efek yang ditimbulkan oleh kenyamanan secara immaterial ini jauh lebih bagus dibandingkan dengan kenyamanan secara material. Isteri kita pasti akan lebih menerima apabila berada dalam kondisi kekurangan secara material namun kaya

hati dibandingkan kaya secara material namun hatinya tertekan karena tidak pernah merasakan kehangatan kasih sayang seorang suami.

Ngo yang terakhir adalah ngeloni. Artinya kelengkapan sebagai seorang laki-laki yang mutlak harus dimilki oleh suami adalah kemampuan untuk berhubungan seksual. Memang sih seks bukanlah hal yang paling penting dalam sebuah rumah tangga, namun seks-lah yang menjadi bumbu pemanis dan penikmatnya. Tanpa seks, rumah tangga akan menjadi seperti sayur tanpa garam. Hambar. Bahkan romantisme juga merupakan sebagian dari prosesi hubungan seksual antara suami dan isteri.

Sumber : Tulisan Sdr. fajar AriWibowo dari Milis Air putih @ yahoogroups.


Blog EntryKerata BasaMay 22, '08 5:34 PM
for everyone

Kerata basa utawa kasebut jarwa dhasak iku tembung sing asring ditegesi  'dikira-kira nanging nyata'

Tuladha :

Bapak    = Bab apa – apa pepak ( pepak bab kawruh lan pengalaman )

Gusti   = Bagusing ati

Gedhang  = Digeget bar madhang

Copet   =  Ngaco karo mepet – mepet

Kutang  = sikute diutang

Kathok  = Diangkat  sithok - sithok

Maling  = Njupuk amale wong sing ora eling

Garwa   =  Sigaraning nyawa

Pipi  = piranti kanggone ing papan sing sepi

Keringet  = keri – keri tur anget

Sopir   =  Yen ngaso mampir

Sepuh  = sabdane ampuh

Saru  = kasar tur keleru

Tandur   = nata karo mundur

Wanita  = wani ing tata

Guru   = Digugu lan ditiru, dudu wagu tur saru


Blog EntryIt Is a Madness...May 17, '08 6:35 PM
for everyone

It Is a Madness...

To hate all roses
because you got scratched with one thorn...

To give up on your dreams
because one didn’t come true...

To lose faith in prayers
Because one was not answered...

To give up on your efforts
Because one of them failed...

To condemn all your friends
Because one betrayed you...

Not to believe in love
Because someone was unfaithful or didn’t love you back...

To throw away all your chances to be happy 

Because you did not succeed on the first attempt....

 

I hope that as you go on your way

You don’t give in to madness

Remembering always ...

Another chance may come up !

Another friend

A new love

A renewed strength

Be persistent !

Look for happiness in every day

The sure path to failure is to give up!  

It is often through failure that future success comes

KEEP ON TRYING!

 

* To anyone of my beloved friends who is feeling in despair right now :)

 

****************************************************

 

Jenenge Edan...

Nacad sakabehing kembang mawar
Amarga ketusuk erine siji…

Mutung anggone duwe pengimpen
Amarga ora kelakon siji…

Mbalela ora gelem donga
Amarga sijining pandongane durung diwangsuli…

Mutung anggone makarya
Amarga salah sijining makarya ora mikolehi…

Nacad para kanca
Amarga salah sijining culika

Ora percaya ing katresnan
Amarga sing ditresnani ora weweh piwalesan

Mbuwang kasempatan oleh ing bungah

Amarga nyoba sepisan wis gagal

 

Pengarep – arepku, rikala kowe ngelakoni dalan ( urip) mu

Aja dadi edan

Eling, tansah eling…

Kasempatan liyane mesthi teka

Kanca liyane

Katresnan  anyar

Kakuwatan sing nganyari

Sing tekun

Anggolek kabegjaning saben dina

 ( amarga ) Mutung kuwi mesthi pinuju gagal

Dene sinau saka gagal iku dalan pinuju sukses

Monggo Dipun Cobi!

 

*Kagem sinten kemawon saking para sutresnan ingkang kula asihi, ingkang gadhah MUTUNG ing penggalih dinten punika.

 


Blog EntryLelungidanMay 14, '08 1:11 PM
for everyone

Ha           Aja ngandhakake apa wae sing ora dingerteni

Na          Nandur kabecikan, panen kabecikan

Ca           Cipta, rasa, karsa, daya lan karya kudu saeka

Ra           Ruweting donya iku jalaran urip ora padha nindakake kawajibaning urip

Ka           Kang wani kang wenang

 Da           Duwe sedya becik ora enggal ditindakake padha karo ndhedher wiji laraning ati

Ta           Tansah was was tandha ora saras

Sa           Senenging  ati ndawakake umur

Wa         Wong lara ngarep – arep waras. Wong waras, apa pangarep – arepmu?

La            Lembah manah gawe kuncaraning pribadhi

 

Pa           Pinuju bungah elinga susah, pinuju susah elinga bungah

Dha        Dhasaring ngaurip iku gotong royong

Ja            Jeneng tresna kudu wani nglabuhi lara sengsara

Ya           Yen wis janji, kudu dileksanani

Nya        Nyampurnakake urip klawan sucining ati

 

Ma         Momor, momot, momong. Mesthi mikolehi

Ga          Gemi iku becik. Mung gemining wong cethil kang ora becik

Ba           Becik nacada cacadmu dhewe

Tha         Thothok – thothoka lawang yen njaluk diwengani

Nga        Ngunggulake dhiri bakal diasorake, sapa andhap asor bakal diunggulake

 

************************************************

 

Jangan ngomongin apa yang ngga dipahami

Menanam kebaikan akan menuai kebaikan pula

Cipta, rasa, karsa, daya dan karya harus menjadi satu

Ruwetnya dunia itu karena orang hidup tapi tidak menunaikan kewajiban hidup

Yang berani yang berkuasa

 

Mempunyai niat baik tidak segera diwujudkan sama dengan menabur benih sakit hati

Selalu was – was tanda tidak waras

Hati yang senang memanjangkan umur

Orang sakit ingin sehat, Orang sehat, apa keinginanmu?

Bersabar itu menjadikan  pribadi yang baik

 

Saat susah ingatlah ( kala ) senang, saat senang ingatlah ( kala ) susah

Dhasar hidup itu gotong royong

Yang namanya cinta harus berani menjalani sengsara

Jika sudah berjanji, harus dilaksanakan

Menyempurnakan hidup serta menyucikan hati

 

Bergaul, akomodatif, mengasuh. Pasti memperoleh

Hemat itu baik, Cuma “hemat”nya orang pelit yang ngga bagus

Lebih baik mencela kekurangan diri sendiri

Ketuklah jika ingin dibukakan pintu

Meninggikan diri sendiri bakalan direndahkan, merendahkan hati bakalan diunggulkan

 

* Tau bener ngga terjemahannya, wong cuma pake ilmu ngawur


Blog EntryGanti Theme ahh..!!May 11, '08 11:28 AM
for everyone

Mlaku - mlaku ning Multiply Customized Theme, aku dadi kepengen nyoba - nyoba tema sing anyar. Yen sakdurunge koq rumangsane " ngejreng " banget, saiki nyoba ganti sing rada kalem ( kaya sing nduwe ..he..he..). Amarga isih anyaran anggene " bermukipli," isih main copas sing ana wae. Mbok menawa, mengko sisan ngangsu kawruh utamane babagan pemrograman HTML iki, ben bisa nggawe sing luwih kharakteristik ( apa ya basa Jawane..? ) kaya duwene para sutresnan liyane.

Pripun nggih para sutresnan? Kadosipun rak luwih sekeca nggih?

 

********************************************************************************************************

Jalan - jalan di site Multiply Customized Theme, saya jadi ingin coba - coba theme yang baru. Kalo sebelumnya, rasanya koq " ngejreng " banget,  sekarang coba cari yang agak kalem ( kayak orangnya..he..he ). karena masih baru dalam " bermultiply," masih main copas yang ada aja. Siapa tahu, ntar bisa sekalian belajar, terutama tentang bahasa pemrograman HTML ini, agar bisa bikin yang lebih kharakteristik seperti punya temen - temen yang lain.

Gimana ya rekan sekalian? Keliatan lebih enak ( dipandang ) khan ?


Blog EntryNarsisMay 6, '08 3:11 PM
for everyone

Mlaku – mlaku ning situs-e Ki demang Sokowanten ( www.ki-demang.com), aku tertarik karo penanggalan  Jawa. Iseng – iseng nyoba nglebokake tanggal lairku kanggo nggoleki sifat utawa wataking miturut wetone.

Dadine :

Dina - Pasaran : Jemuwah Pahing 

Tanggal Jawa : 08 Jumadil Akhir 1909 - Jimawal

Windu-Lambang : Kuntara, Langkir 

Nama Wuku : Sinta 

Mongso : Karolas - Asuji (12/05 s/d 11/06)

Sadwara : Mawulu 

Hastawara/Padewan : Indra

Sangawara/Padangon : Gigis

Saptawara/Pancasuda : Tunggak Semi

Rakam : Mantri Sinaroja

Paarasan : Lakuning Srengenge

 

Perwatakan Weton : Jemuwah Pahing 

 

1. Dino : Jemuwah

Enerjik mengagumkan.

 

2. Pasaran : Pahing

Selalu ingin memiliki (barang), kesungguhannya penuh perhitungan untuk mendapatkan untung, suka menolong, mandiri, kuat lapar, banyak musuhnya, kalau tersinggung menakutkan marahnya, suka kebersihan.

Sering kena tipu dan kalau kehilangan jarang bisa menemukan kembali.

 

3. Padewan : Indra

Berbakat menjadi cendekiawan/intelektual, sombong, teliti.

 

4. Sadwara : Mawulu

( Benih ) Was - was dan curiga.

 

5. Padangon : Gigis

( Tanah - Bumi ) Berhati longgar, pamomong, sabar.

 

6. Pancasuda : Tunggak Semi

Rejekinya selalu ada, akan habis tetapi mendapatkan lagi.

 

7. Rakam : Mantri Sinaroja

Memperoleh kemuliaan, mampu menjalankan tugas, angkuh.

 

8. Paarasan : Lakuning Srengenge

Sentosa, berwibawa, menghidupi, menerangi.

Kadosipun nggih kathah ingkang cocok Ki kejaba sing diarani sombong, angkuh, curiga, sering kena tipu lan banyak musuhnya :)

 

*************************************************************

 

Browsing di situs milik Ki Demang Sokowanten ( www.ki-demang.com ), saya tertarik dengan sistem penanggalan Jawa on line. iseng - iseng saya coba memasukkan tanggal lahirku untuk mencari sifat atau watak seseorang berdasarkan wetonnya.

Hasilnya :

Dina - Pasaran : Jum'at Pahing 

Tanggal Jawa : 08 Jumadil Akhir 1909 - Jimawal

Tanggal Hijriah : 08 Jumadil Tsania 1397 (H)

Windu-Lambang : Kuntara, Langkir 

Nama Wuku : Sinta 

Mongso : Karolas - Asuji (12/05 s/d 11/06)

Sadwara : Mawulu 

Hastawara/Padewan : Indra

Sangawara/Padangon : Gigis

Saptawara/Pancasuda : Tunggak Semi

Rakam : Mantri Sinaroja

Paarasan : Lakuning Srengenge

 

Perwatakan Weton : Jum'at Pahing 

 

1. Dino : Jum'at

Enerjik mengagumkan.

 

2. Pasaran : Pahing

Selalu ingin memiliki (barang), kesungguhannya penuh perhitungan untuk mendapatkan untung, suka menolong, mandiri, kuat lapar, banyak musuhnya, kalau tersinggung menakutkan marahnya, suka kebersihan.

Sering kena tipu dan kalau kehilangan jarang bisa menemukan kembali.

 

3. Padewan : Indra

Berbakat menjadi cendekiawan/intelektual, sombong, teliti.

 

4. Sadwara : Mawulu

( Benih ) Was - was dan curiga.

 

5. Padangon : Gigis

( Tanah - Bumi ) Berhati longgar, pamomong, sabar.

 

6. Pancasuda : Tunggak Semi

Rejekinya selalu ada, akan habis tetapi mendapatkan lagi.

 

7. Rakam : Mantri Sinaroja

Memperoleh kemuliaan, mampu menjalankan tugas, angkuh.

 

8. Paarasan : Lakuning Srengenge

Sentosa, berwibawa, menghidupi, menerangi.

Kayaknya sih emang banyak benernya Ki, kecuali yang dibilang sombong, angkuh, curiga, sering kena tipu dan banyak musuhnya :)

 

 


Blog EntryTegese Jeneng Wong Jawa Apr 30, '08 10:00 PM
for everyone

Entuk saka mailing list-e wong Jowo :

 

Sakderengipun, kula nyuwun Gunging samudran pangaksami dhumateng sinten kemawon ingkang asmanipun kasebat wonten ngandhap punika. Inggih namung gojegan sawetawis

Wong Jawa yen njenengi putrane mawa pangarep-arep kayata :

Ben pinter nanem kembang = Rosman

Ben pinter ndandani mobil = Karman

Ben pinter main golf = Parman

Ben pinter lelayangan = Suratman

Ben gagah prakosa = Suparman

Ben pinter nggawe roti = Paiman

Ben pinter seni = Saniman

Ben sugih = Sugiman

Ben ketagihan = Tuman

Ben seneng wudo = Nudiman

Ben repot terus = Bisiman.

Ben pinter main game = Giman.

Ben dadi juragan sate = Satiman.

Ben dadi juragan trasi = Tarsiman.

Ben pinter mecahna masalah = Sukarman.

Yen ujian ora usah mbaleni = Herman.

Ben pinter gawe jus = Yusman.

Ben merbawani = Jaiman.

Ben awet enom = Boiman.

Ben pinter perang = Warman.

Ben nyambut gawe ing Bali = Nyoman.

Ben dadi wong Sunda = Maman.

Ben lincah lan pinter menek = Hanoman.

Ben tetep manggon ing Jogja = Sleman.

Ben pinter ndandani utawa nggawe sepatu = Soleman.

 

*Matur sembah nuwun dhumateng Mas Tantono kagem tombo stress-ipun :)

 

 

 

*****************************************************************

 

 

 

Dapet dari mailing list Orang Jawa :

 

Sebelumnya saya minta maaf kepada siapa saja yang namanya disebut dibawah ini. Ini sekedar guyonan aja

Orang Jawa saat memberi nama anak-anaknya menyiratkan harapannya kelak, seperti :

Pinter nanam bunga = Rosman

Ahli reparasi mobil = Karman

Jadi pemain golf = Parman

Pandai ber imel-an = Suratman

Gagah perkasa = Suparman

Pandai bikin kue = Paiman

Ahli di bidang seni = Saniman

Kaya raya = Sugiman

Suka Ketagihan = Tuman

Suka – maaf – telanjang = Nudiman


Senengnya sibuk = Bisiman.

Pinter main game = Giman.

Jadi juragan sate = Satiman.

Jadi juragan terasi = Tarsiman.

Ahli memecahkan masalah = Sukarman.

Pinter dalam Ujian, jadi ngga perlu mengulang = Herman.

Pinter bikin jus = Yusman.

Berwibawa = Jaiman.

Awet muda ( baby face kalee.. ) = Boiman.

Ahli perang = Warman.

Kerja di Bali = Nyoman.

Jadi orang Sunda = Maman.

Lincah dan pandai memanjat = Hanoman.

Biar tetep tinggal di Jogja = Sleman.

Ahli reparasi sepatu = Soleman.

 

*Terima Kasih buat Mas Tantono buat obat stress-nya :)

Blog EntryNggodhog WedangApr 28, '08 8:32 PM
for everyone

Ing Kasusastran Jawa, ana tembung  sing diarani RuraBasa, yaiku tembung yen dipenggalih saka maknane sakjane kleru nanging tetep digunaake amarga wis dianggep lumrah.

Adang Sega                =        Adang beras supaya dadi sega

Mbunteli tempe         =        Mbunteli kedhele godhog dimomon ragi  dadi tempe

Menek blimbing         =        Menek wit blimbing

Mangan awan            =        Mangan sega ing wayah awan

Ndhudhuk sumur        =        Ndhudhuk lemah kanggo gawe sumur

Nggodhog wedang     =        Nggodhog banyu kanggo wedangan

Nglinthing rokok         =        Nglinthing klobot diisi mbako supaya dadi rokok

Nguleg sambel           =        Nguleg lombok, uyah lan sapiturute  dadi sambel

Nunggu manuk           =        Nunggu sawah supaya parine ora dithothol manuk

Nulis layang               =         Nulisi dluwang supaya dadi layang

 

 

**********************************************************************************************************

 

 

 

Dalam khasanah kususastraan Jawa, ada kalimat yang disebut Rurabasa, yaitu kalimat yang jika dilihat dari makna katanya sebenarnya keliru namun tetap digunakan karena udah dianggap lumrah.

Menanak Nasi             =      Menanak beras agar jadi nasi

Membungkus tempe   =      Membungkus kedelai rebus yang  diragi menjadi tempe

Memanjat belimbing   =      Memanjat pohon belimbing

Makan siang                =      Makan ( nasi ) di waktu siang hari

Menggali sumur          =      Menggali tanah untuk bikin sumur

Memasak minuman     =      Memasak air untuk minuman

Menggulung rokok       =      Menggulung tembakau ama klobot agar jadi rokok

Nguleg sambel            =      Menguleg cabe, garam dan lainnya jadi sambal

Nunggu burung            =      Nunggu sawah agar padinya ngga dimakan burung

Menulis surat              =      Menulis kertas agar menjadi surat

 


Blog EntryBawang KothongApr 27, '08 6:27 PM
for everyone

Bawang Kothong  

Bawang Kothong iku kanggo ngarani bocah sing sakjane ora ngerti apa – apa nanging  dikatutke ning dolanan kanggo nggenepi . Lha ya karang ora ngerti apa – apa, yen mlayu melu mlayu, yen dadi melu dadi lan sapitirute. Pokok-e melu- melu..!!

Zaman saiki, mbuh ning instansi negara utawa swasta ana akeh bawang kothong pating slebar. Biasane dilebokke dadi pegawai karo sing nduwe kuwasa (bendarane), mbuh kuwi anake, sanak  kadhang opo ingon – ingonan. Sing marahi bubrah, kadhang si bendara sok meksa nglebokne senajan ngerti yen sakjane pegawaine wis genep. Yen perlu, yo diseselke.  Amarga nduwe trah karo sing nduwe kuwasa ning instansi, “ bawang – bawang kothong “ iki nduwe karir cepet, nglenggahi jabatan sing sakjane utek lan pengalamane durung nyandhak. Panjenengan bayangke kemawon, wong sing sakjane ora ngerti apa – apa nanging didhapuk dadi manager, yen ora malah direktur. Yen kaya ngene, kepriye negara ora bubrah jal?

 

 

 

Bawang Kosong adalah sebutan buat anak yang sebenarnya ngga tau apa – apa tapi diikutkan dalam sebuah permainan untuk menyeimbangkan jumlah orang. Tapi karena ngga tau apa – apa, ya kalo lari ikut lari, kalo jadi ya ikut jadi. Pokoknya ikut – ikutan..!! 

Zaman sekarang, entah itu di instansi negara maupun swasta, ada banyak bawang kosong bertebaran. Biasanya dimasukkan jadi pegawai oleh yang punya kekuasaan (  Bos ), entah itu anaknya, sanak saudara atau piaraan. Yang bikin bubrah, kadang – kadang Bos memaksa masukin itu orang meski dia tahu kalo sebenarnya jumlah pegawai udah pas. Karena masih punya hubungan dengan sang pimpinan, bawang kosong ini banyak yang melesat karirnya, menduduki jabatan yang sebenarnya jauh dari kapasitasnya. Anda bayangkan saja, orang yang sebenarnya incapable tapi jadi manager, atau malah direktur.  Kalo begini, gimana negara ngga hancur ya?


Blog EntryAran KembangApr 26, '08 4:38 PM
for everyone

Sinambi nunggu kebon, ora ana widodari liwat, aku nyoba ngeling - eling pasinaon Basa Jawi jaman cilik mbiyen. nalika semanten, didhawuhi Ibu Guru ngapalke aran kembang, kayata:

Kembang gedhang          :               tuntut

Kembang jambu              :               karuk

kembang duren               :               diongop

Kembang jambe              :               mayang

Kembang aren                 :              dangu

Kembang cengkeh           :               polong

Kembang Jati                   :               janggleng

Kembang jagung              :               sinuwun

Kembang kacang              :               besengut

Kembang blimbing            :               maya

Kembang kelor                  :               limaran

Kembang kambil               :               manggar

Kembang lombok              :               menik

Kembang mlinjo                :               kroto

Kembang ndesa                :               lhaa iki sing takgoleki ……

 

 

                                                *********************************

 

 

Sambil ngantor, sepi ngga ada yang lewat, saya coba mengingat pelajaran bahasa jawa zaman masih kecil duluu. Waktu itu, disuruh Ibu Guru menghapal nama bunga, misalnya :

Bunga Pisang                    :               tuntut

Bunga Jambu                     :               karuk

Bunga durian                     :               diongop